jump to navigation

Jadwal Ujian UAS Semester Genap JKG Jambi T.A. 2011/2012 Juni 21, 2012

Posted by pahrurrazi in Uncategorized.
add a comment

Ujian Teori

Senin, 2 Juli 2012 (08.00 – 09.30 WIB) Tingkat II = IPGM

                           (10.00 – 11.30 WIB) Tingkat II = Tindakan Klinis

Selasa, 3 Juli 2012 (08.00 – 09.30 WIB) Tingkat II = Prevdent

                           (10.00 – 11.30 WIB) Tingkat II = Kewirausahaan

Rabu, 4 Juli 2012  (08.00 – 09.30 WIB) Tingkat I = Komter

                           (10.00 – 11.30 WIB) Tingkat I = Anatomi Gigi

Kamis, 5 Juli 2012 (08.00 – 09.30 WIB) Tingkat II = Metlit

                           (10.00 – 11.30 WIB) Tingkat II = Metlit. Aplikasi

Jum’at, 6 Juli 2012 (08.00 – 09.00 WIB) Tingkat II = AKGA

Senin, 9 Juli 2012 (08.00 – 09.30 WIB) Tingkat I = Etika Profesi

                           (10.00 – 11.30 WIB) Tingkat I= Manajemen

Rabu, 11 Juli 2012 (08.00 – 09.30 WIB) Tingkat I = FHD

                           (10.00 – 11.30 WIB) Tingkat I = Sterilisasi

Kamis, 12 Juli 2012 (08.00 – 09.30 WIB) Tingkat I = Asuransi Kesehatan

                           (10.00 – 11.30 WIB) Tingkat I = Kewarganegaraan

Jum’at, 13 Juli 2012 (08.00 – 09.30 WIB) Tingkat I = Obat Kedokteran Gigi

                           (10.00 – 11.30 WIB) Tingkat I  = SIK

Selasa, 17 Juli 2012 (08.00 – 09.30 WIB) Tingkat I = Komputer

 

Ujian Praktek

Senin, 2 Juli 2012 (08.00 – 10.00 WIB) Tingkat I = Sterilisasi (A)

                           (10.00 – 12.00 WIB) Tingkat I = Sterilisasi (B)

Selasa, 3 Juli 2012 (08.00 – 12.00 WIB) Tingkat I = Komputer

Rabu, 4 Juli 2012 (08.00 – 10.00 WIB) Tingkat II = Prevdent

                           (10.00 – 12.00 WIB) Tingkat II = Sterilisasi 

Kamis, 5 Juli 2012 (08.00 – 10.00 WIB) Tingkat I = Etika Profesi

                           (10.00 – 12.00 WIB) Tingkat I = Anatomi Gigi

Jum’at, 6 Juli 2012 (08.00 – 11.00 WIB) Tingkat II = PKG

Senin, 9 Juli 2012 (08.00 – 12.00 WIB) Tingkat II = IPGM (A & B)

Selasa, 10 Juli 2012 (08.00 – 12.00 WIB) Tingkat I = Komter

Rabu, 11 Juli 2012 (08.00 – 12.00 WIB) Tingkat II = Komter

Kamis, 12 Juli 2012 (08.00 – 10.00 WIB) Tingkat II = Konservasi (A)

                           (10.00 – 12.00 WIB) Tingkat II = Konservasi (B)

Jum’at, 13 Juli 2012 (08.00 – 10.00 WIB) Tingkat II = Konservasi (C)

Senini, 16 Juli 2012 (08.00 – 10.00 WIB) Tingkat I = Manajemen

                           (10.00 – 12.00 WIB) Tingkat I = SIK

Selasa, 17 Juli 2012 (08.00 – 12.00 WIB) Tingkat II = KDM

Rabu, 18 Juli 2012 (08.00 – 10.00 WIB) Tingkat II = Kewirausahaan

                           (10.00 – 12.00 WIB) Tingkat II = Media Komunikasi

Kamis, 19 Juli 2012 (08.00 – 10.00 WIB) Tingkat I = FHD (A)

                           (10.00 – 12.00 WIB) Tingkat I = FHD (B)

uji coba kuesioner kesehatan gigi jambi Januari 21, 2010

Posted by pahrurrazi in Uncategorized.
add a comment

Uji kuesioner KTI, STUDI Kasus, SKRIPSI Kesehatan Gigi

ADA DUA CARA UJI VALIDITAS DAN RELIABILAS

1. ANALYSES > SCALE > REALIABILITY ANALYSIS

Sumber data sebuah penelitian ada kalanya menggunakan data dari hasil kuesioner. Tentunya dalam penyusunan sebuah kuesioner harus benar-benar bisa menggambarkan tujuan dari penelitian tersebut (valid) dan juga dapat konsisten bila pertanyaan tersebut dijawab dalam waktu yang berbeda (reliabel).
Secara mudah kuesioner diuji cobakan dulu kepada responden sample (misal 30 responden).
Dalam spss langkah menentukan butir pertanyaan yang valid dapat dilakukan dengan mudah.
Langkahnya adalah sebagai berikut :
Analyse > Scale > Reliability Analysis
Pada bagian Statistic aktifkan kotak cek Item, Scale, Scale if item deleted.
Abaikan pilihan yang lain, klik Continue – OK.
Cara baca output:
Lihat pada bagian Item-total statistic pada kolom Corrected Item Total Correlation, nilai-nilai tersebut menunjukkan nilai korelasi butir-butir pertanyaan terhadap skor totalnya. Nilai hitung tersebut dibandingkan dengan r tabel (lihat ditabel dengan terlebih dulu mencari df-nya (derajat kebebasan) sesuai dengan datanya dan asumsi spss akan menggunakan tingkat signifikansi 5%).
Pengambilan kesimpulannya jika nilai hitung > dari nilai r-tabel maka butir tersebut dinyatakan valid. Perlu diperhatikan karena data adalah 1 arah (ke arah positif) maka nilai hitung yang bernilai negatif otomatis tidak valid. Jika masih ada butir yang tidak valid maka dikeluarkan (klik kanan pada nama variabelnya – Clear) kemudian diproses ulang (ulangi langkah Analyse > Scale > Reliability Analysis, dst) sampai mendapatkan semua butir valid.
Kemudian untuk menentukan reliabilitas bisa dilihat dari nilai Alpha jika nilai alpha lebih besar dari nilai r tabel maka bisa dikatakan reliabel. Ada juga yang berpendapat reliabel jika nilai r > 0,60.
Sekarang kuesioner telah siap untuk disebar ke responden yang ditargetkan.
Sebagai catatan untuk mencari nilai korelasi data juga bisa dilakukan lewat menu Analyse > Correlation > Bivariate.

Sumber: http://bloggebudi.blogspot.com/2006/05/mudahnya-uji-validita

2. ANALYSE > CORRELATION > BIVARIATE

UJI VALIDITAS

Jika anda mengumpulkan data yang berasal dari responden, misalnya dengan menggunakan skala likert (1 – 5), hal pertama yang harus anda lakukan adalah menguji validitas dan reliabilitas data kuesioner tersebut. Instrumen dikatakan valid apabila mampu mengukur apa yang diinginkan dan dapat mengungkap data variabel yang diteliti secara tepat. Tinggi rendahnya validitas instrumen menunjukkan sampai sejauh mana data yang dikumpulkan tidak menyimpang dari gambaran tentang variabel yang diteliti. Dalam survey uji validitas dilakukan dengan mengkorelasikan skor setiap item dengan total skor. Teknik korelasi yang digunakan adalah Pearson Product Moment, dimana instrumen dikatakan valid apabila nilai koefisien korelasinya (r) > r tabel.

1. Input data asli dari kuesioner anda ke dalam worksheet SPSS, jangan lupa sertakan totalnya di bagian paling akhir.

2. Kemudian pilih variable view dan beri nama label masing-masing kolom seperti berikut ini:

3. Pilih Analyze – Correlate – bivariate seperti di bawah ini:

4. Setelah itu akan muncul kotak dialog bivariate correlation, kemudian blok semua variabel beserta total dan pindahkan ke kolom variabel, lalu kemudian pada correlation coefficient pilih pearson; kemudian test of significant pilih 2-tailed – OK

5. Setelah itu akan muncul output seperti berikut ini:

6. Interpretasi:

Dari hasil analisis kita dapat melihat pada baris TOTAL dimana nilai sig.2-tailed pada item no.4 dan item no.6 adalah lebih besar dari nilai kritis α = 0,05, sedangkan item yang lain lebih kecil dari α = 0,05. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa data pada item (atribut) nomor 4 dan 6 belum valid. Oleh karena itu pengambilan data kuesioner untuk atribut tersebut harus diulang kembali.

UJI RELIABILITAS

Reliabilitas statistik diperlukan untuk memastikan validitas dan ketepatan analisis statistik. Ia mengacu pada kemampuan untuk mereproduksi hasil lagi dan lagi sesuai kebutuhan. Hal ini penting karena akan membangun tingkat kepercayaan dalam analisis statistik dan hasil yang diperoleh.

Misalnya, Anda sedang meneliti tentang loyalitas konsumen terhadap produk susu merk tertentu. Anda ingin melakukan sejumlah survey terhadap pelanggannya, dan jika hasil yang ditemukan menunjukkan bahwa konsumen bersikap loyal, Anda mungkin akan mendapatkan gambaran pasti bahwa produk lain yang dikeluarkan oleh perusahaan susu tersebut akan tetap laku di pasaran.

Sebaliknya, jika nilai reliabilitas statistik loyalitas konsumen rendah, maka konsumen tidak akan percaya dengan produk-produk yang dikeluarkan oleh perusahaan tersebut.

Dalam SPSS 17.0, langkah-langkah pengujian reliabilitas adalah sebagai berikut:

1. Setelah data diinput ke dalam worksheet SPSS, maka cukup dengan menjalankan command Analyze – Scale – Reliability Analysis seperti berikut ini:

2. Semua data variabel/atribut kemudian dimasukkan ke dalam boks item.

3. Setelah itu klik Statistic di bagian kanan bawah kemudian checklist descriptive for ; item, scale, dan scale if item deleted kemudian continue.


4. Kemudian klik OK maka akan ditampilkan hasil seperti berikut:



5. Interpretasi:

Berdasarkan uji reliabilitas yang dilakukan, nilai Uji Statistik Cronbach Alpha adalah sebesar 0,607, artinya bahwa hasil tersebut lebih besar daripada 0,6 pada selang kepercayaan 5%. Dengan demikian data yang digunakan adalah valid dan memiliki reliabilitas yang baik. Nilai corrected item-total correlation mengindikasikan bahwa item no.3 dan item no.5 memiliki tingkat reliabilitas yang baik dengan nilai berturut-turut sebesar 0,450 dan 0,372 karena lebih dari 0,30 (azwar, 1999), dengan demikian skala yang akan digunakan untuk mewakili reliabilitas skala dalam penelitian.(yoz)

Sumber: Statistik 4 Life – beta blog

KARTU STATUS PEMERIKSAAN GIGI JAMBI Januari 13, 2010

Posted by pahrurrazi in Uncategorized.
add a comment

PEMERIKSAAN PASIEN & TINDAKAN

Penguji : 1 ——————————                Mahasiswa :  ______________

2 ——————————

3 ——————————

Tanggal :  _________________                        N I M :  ______________

I. IDENTITAS PASIEN

a.  Nama                        :  ______________________________

b.        Umur                   :  ______________________________

c.  Jenis Kelamin      :  ______________________________

d.        Pekerjaan            :  ______________________________

e.  Alamat                :  ______________________________

f.  Nama Ortu          :  ______________________________

h.       Pekerjaan Ortu   :

RIWAYAT KASUS

1. Keluhan utama     : ——————————————————–

——————————————————–

——————————————————–

——————————————————–

2. Riwayat sakit       :

——————————————————–

——————————————————–

——————————————————–

3.Penyakit umum yang diderita :

II. STATUS KEBERSIHAN MULUT

DEBRIS INDEKS                                         KALKULUS INDEKS

OHI-S    =……………………….                        Kriteria :……………..

PLAK SKOR                                                   HASIL MENYIKAT GIGI

TIAP KWADRAN

III. PEMERIKSAAN KARIES

O (Hijau)  = kalkulus                      Å (merah)   = karies                   Å hitam = tambalan tetap yg  baik                                 X (Merah)  = dicabut krn karies        X (hitam) =   gigi yg sudah tanggal bukan karena karies

=  gigi belum tumbuh (arsir biru)            p  =  persistensi                         R = radix

= radiks(arsir merah)                           PE = Partial  Erupsi                    KE = karies Email

KD = Karies Dentin                    KP = Karies Pulpa

D            =                                                                   d     =

M            =                                                                   e     =

F             =                                                                   f      =

DMF-T   =                                                                   def  =

DATA KARIES GIGI JAMBI Desember 30, 2009

Posted by pahrurrazi in Uncategorized.
add a comment

Kesehatan gigi dan mulut merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan secara keseluruhan. Kesehatan gigi juga merupakan salah satu komponen kesehatan secara menyeluruh dan tidak dapat diabaikan terutama pada tingkat Sekolah Dasar, karena kesehatan gigi dan mulut ikut mempengaruhi tumbuh kembang anak yang sempurna bertujuan untuk mewujudkan manusia  sehat, cerdas dan produktif serta mempunyai daya juang yang tinggi (Depkes, 2004:1).

Masalah kesehatan gigi merupakan salah satu problema kesehatan secara keseluruhan, kondisi ini menunjukkan bahwa penyakit gigi walaupun tidak menimbulkan kematian tetapi dapat menurunkan produktifitas kerja, untuk itu dalam rangka mencapai visi program kesehatan ”Indonesia Sehat 2010”, dibidang kesehatan gigi dan mulut mengacu pada indikator Oral Health Global Goal WHO, disesuaikan dengan kemampuan sumber daya  dan kondisi kesehatan gigi masyarakat pada tahun 2001, Indonesia menetapkan indikator derajat kesehatan gigi masyarakat yang harus dicapai pada tahun 2010, dimana pada kelompok umur 12 tahun ke atas indikatornya DMF-T atau Indeks yang menyatakan jumlah gigi (Tooth=T), Gigi tetap yang berlubang (Decay=D), Gigi tetap yang sudah dicabut (Missing=M), Gigi tetap yang sudah ditambal (Filled=F) perorang adalah ≤ 1 gigi. Artinya dalam mulut seseorang maksimal 1 gigi yang yang berlubang/sudah dicabut/sudah ditambal. Namun keadaan kesehatan gigi penduduk Indonesia pada tahun 2001 menunjukkan bahwa status kesehatan gigi kelompok umur 12 tahun masih melebihi batas sasaran 2010, dengan indeks DMF-T = 1,1 (Depkes, 2004:7).

Berdasarkan laporan Riset Kesehatan Dasar (RISKESDAS) Propinsi Jambi tahun 2007 menunjukkan sebagian besar (92,8%) penduduk umur 10 tahun ke atas mempunyai kebiasaan menggosok gigi setiap hari, pada saat mandi dan sore (94,5%) dan hanya sedikit yang melakukan sesuai anjuran pada saat setelah makan pagi (6,6%) dan sebelum tidur malam (17,1%) dan persentase penduduk yang berperilaku benar menggosok gigi masih rendah yaitu 3,7% (Depkes, 2008: 104, 106).

Upaya kesehatan gigi perlu ditinjau dari aspek lingkungan, pendidikan, kesadaran masyarakat dan penanganan kesehatan gigi termasuk pencegahan dan perawatan. Aspek tersebut saling berhubungan dan saling mempengaruhi; baik cara pencegahan dan perawatan gigi masyarakat (upaya kesehatan gigi masyarakat) maupun keadaan kesehatan gigi masyarakat (pencegahan penyakit gigi), perlu diketahui masalah yang berkaitan dengan proses terjadinya kerusakan gigi (karies) termasuk etiologi karies gigi, resiko yang menyebabkan timbulnya karies gigi, dan juga faktor distribusi penduduk, lingkungan serta perilaku masyarakat terhadap kesehatan gigi (Suwelo, 1992:1).

SKRT 2001 menunjukkan bahwa Prevalensi karies aktif pada penduduk umur 10 tahun ke atas adalah 52,3% (yang belum ditangani) dan penduduk yang pernah mengalami karies sebesar 71,20%. Indeks DMF-T mencapai rata-rata 5,26 ini berarti jumlah kerusakan gigi rata-rata perorangan adalah lebih dari 5 gigi. Performance Treatment Index atau motivasi untuk menumpatkan gigi yang karies pada umur 12-18 tahun sangat rendah sekitar 4-5% sedangkan besarnya kerusakan yang belum ditangani dan memerlukan penumpatan dan atau pencabutan (Required Treatment Index) pada usia ini sebesar 72,4% – 82,5% (Depkes, 2007:9,10).

Karies gigi adalah proses patologis yang terjadi karena adanya interaksi faktor-faktor di dalam mulut. Faktor di dalam mulut (faktor dalam) yang berhubungan langsung dengan proses terjadinya karies gigi antara lain struktur gigi, morfologi gigi, susunan gigi geligi di rahang, derajat keasaman (pH) saliva, kebersihan mulut, jumlah dan frekuensi makan makanan kariogenik. Selain itu ada beberapa faktor luar sebagai faktor predisposisi dan penghambat yang berhubungan tidak langsung dengan proses terjadinya karies antara lain usia, jenis kelamin, suku bangsa, letak geografis, tingkat ekonomi, kultur sosial, serta pengetahuan, sikap dan perilaku terhadap pemeliharaan kesehatan gigi (Suwelo, 1992:. 4).

Hasil RISKESDAS Propinsi Jambi tahun 2007 menunjukkan Indeks DMF-T di Propinsi Jambi sebesar 5,25. Ini berarti rata-rata kerusakan gigi 5 gigi perorang. Komponen yang terbesar adalah gigi dicabut/M-T sebesar 3,66, dapat dikatakan rata-rata penduduk di Propinsi Jambi mempunyai 4 gigi yang sudah dicabut atau indikasi pencabutan. Performed Treatment Index atau motivasi untuk menumpatkan gigi yang berlubang dalam upaya mempertahankan gigi tetap sangat rendah hanya 2,1% dan Required Treatment Index atau besarnya kerusakan yang belum ditangani dan memerlukan penumpatan/pencabutan sebesar 91%. Pada prevalensi karies aktif umur 12 tahun ke atas sebesar 56,1% dan mempunyai pengalaman karies sebesar 77,9% (Depkes, 2008: 108, 110, 112).

Menurut Khairullah (2000:11), menyatakan bahwa Indeks DMF–T pada siswa berusia 12 tahun yaitu 1,75 gigi, dengan prevalensi karies menyerang 73,2% anak. Sedangkan di Kota Jambi, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Jambi tahun 2008 menunjukkan bahwa prevalensi karies pada anak SD tertinggi adalah anak SD di wilayah kerja Puskesmas Paal X, untuk lebih jelas dapat dilihat pada tabel berikut.

Tabel 1.1

Distribusi Prevalensi Karies Gigi Pada Anak SD di Puskesmas Kota Jambi Tahun 2007 dan 2008

NO NAMA PUSKESMAS PREVALENSI KARIES (%) TAHUN 2007 PREVALENSI KARIES (%) TAHUN 2008 KET
1.

2.

3.

4.

5.

6.

7.

8.

9.

10.

11.

12.

13.

14.

15.

16.

17.

18.

19.

20.

Puskesmas Putri Ayu

Puskesmas Aur Duri

Puskesmas S. IV Sipin

Puskesmas P. Baru

Puskesmas T. Bakung

Puskesmas K. Kopi

Puskesmas P. Merah I

Puskesmas P. Merah II

Puskesmas Tal. Banjar

Puskesmas Tanj. Pinang

Puskesmas P. Selincah

Puskesmas Koni

Puskesmas O. Kemang

Puskesmas Pelayangan

Puskesmas Rawasari

Puskesmas Paal V

Puskesmas Paal X

Puskesmas K. Besar

Puskesmas Simp. Kawat

Puskesmas K. Handil

3,73

45,03

12,6

20,88

12,35

13,5

9,8

17,12

14,23

51,15

8,8

11,3

13,54

35,78

39,4

19,64

61,72

10,57

3,97

26,17

8,6

42,67

10,94

21,46

9,58

12,4

8,63

16,25

13,88

61,04

5,17

11,25

13,72

47,81

38,85

6,26

74,2

13,53

8,04

16,3

Sumber: Dinas Kesehatan Kota Jambi tahun 2008

Dari data diatas menunjukkan tingginya prevalensi status karies gigi  pada anak SD di wilayah Kerja Puskesmas Paal X Kecamatan Kota Baru Kota Jambi tahun 2007 (61,72%) dan 2008 (74,2%).

Drawing 16 Besar Liga Champions 2009/2010 Desember 23, 2009

Posted by pahrurrazi in Uncategorized.
add a comment

Drawing 16 Besar Liga Champions 2009/2010

Stuttgart Vs Barcelona

Olympiakos Vs Bordeaux

Intermilan Vs Chelsea

Bayern Munich Vs Fiorentina

CSKA Moscow Vs Sevilla

Lyon Vs Real Madrid

Porto Vs Arsenal

Ac Milan Vs MU

IKATAN ALUMNI (ILUNI) JURUSAN KESEHATAN GIGI POLTEKKES JAMBI Desember 14, 2009

Posted by pahrurrazi in Uncategorized.
add a comment

SUSUNAN PENGURUS                                                                  IKATAN ALUMNI JURUSAN KESEHATAN GIGI (ILUNI JKG) JAMBI PERIODE 2009-2014

TANTANGAN BERAT PENGURUS

ILUNI JKG JAMBI PERIODE 2009-2014

Terbentuknya kepengurusan Ikatan Alumni (ILUNI) Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Jambi melalui Kongres I Alumni Jurusan Kesehatan Gigi Jambi dan Reuni Akbar pada Hari Sabtu (9/5/09) di Aula Poltekkes Jambi adalah sesuatu yang sudah lama dan sangat dinanti-nantikan oleh alumni JKG Jambi.

Di tahun-tahun sebelumnya sangat ramai kita mendengar adanya reuni kecil atau reuni masing-masing angkatan, bahkan sangat santer pula pada saat itu akan dilaksanakan Reuni Akbar. Namun pada kenyataannya Reuni Akbar tersebut hanya sekedar wacana.

Keberhasilan melaksanakan Kongres I dan Reuni Akbar di awal bulan Mei 2009 itu bukanlah serta merta terlaksana begitu saja, namun melalui sebuah proses yang sangat panjang dan butuh perjuanganserta pengorbanan yang besar.

Berawal dari diskusi-diskusi kecil pada pertemuan para alumni yang berada di Kota Jambi dan Muaro Jambi, yang ditindaklanjuti dengan mengadakan pertemuan kecil di Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Jambi. Dalam pertemuan ini disepakati beberapa hal yaitu:

1.Dibentuk Panitia Pelaksana Pembentukkan Ikatan Alumni JKG Jambi, yang terdiri dari para Alumni JKG Jambi yang berada di Kota Jambi dan Muaro Jambi.

2.Ditetapkan ketua panitia yaitu

3.Pengadaan Sekretariat panitia  (Jl. H. Agus Salim No. 9 Kota Baru Jambi )

Perkembangan selanjutnya dari hasil diskusi dan rapat panitia maka dirancanglah beberapa kegiatan yang disebut menuju Kongres & Reuni Akbar. Rangkaian tersebut adalah :

1. Kongres I Pembentukkan Ikatan Alumni JKG Jambi beserta pengurusnya

2. Sosialisasi Pangkat dan Jabatan Fungsional Perawat Gigi dengan narasumber Badan Kepegawaian Daerah (BKD)

3. Sosialisasi Program Khusus DIII dan DIV Kesehatan Gigi Poltekkes Jambi

4. Reuni

Dari beberapa rancangan tersebut  berhasil terlaksanakan dengan jumlah peserta 62 orang alumni dari berbagai daerah di Propinsi Jambi.

Besarnya animo para alumni dan keberhasil-an mensahkan Anggaran Dasar & Anggaran Rumah Tangga (AD & ART) ILUNI JKG Jambi serta terpilihnya Ketua ILUNI JKG Jambi periode 2009- 2014, jelas menunjukkan adanya harapan besar dari para alumni terhadap ILUNI JKG Jambi di bawah kepemimpinan Pahrur Razi, Amd.KG, SKM.

Tentunya harapan para alumni merupakan sebuah tantangan berat yang harus dihadapi oleh Pengurus ILUNI JKG Jambi. Jangan sampai proses panjang menuju Kongres dan Reuni Akbar yang telah dilaksanakan membuat pengurus ILUNI JKG Jambi menjadi lelah, lemah dan sudah tidak bertenaga lagi.

Namun sebaliknya, pasca Kongres & Reuni Akbar adalah langkah awal untuk membuktikan bahwa ILUNI JKG Jambi betul-betul memberi manfaat bagi Alumni, bagi Jurusan Kesehatan Gigi Poltekkes Jambi dan bagi masyarakat. Mudah-mudahan. Kita tunggu saja pembuktian-nya.(*)

ILUNI JKG Jambi maju bersama mewujudkan Perawat Gigi yang berkualitas.

SUSUNAN PENGURUS

IKATAN ALUMNI JURUSAN KESEHATAN GIGI (ILUNI JKG) JAMBI

PERIODE 2009 – 2014

===================================

PEMBINA                        :  DIREKTUR POLTEKKES JAMBI

PENASEHAT                  :  1. PUDIR III KEMAHASISWAAN POLTEKKES JAMBI

2. KETUA JURUSAN KESEHATAN GIGI POLTEKKES JAMBI

3. SUB UNIT KEMAHASISWAAN JURUSAN KESEHATAN GIGI

POLTEKKES JAMBI

4. KETUA DPD PPGI PROPINSI JAMBI

DEWAN PENGURUS

KETUA                      :  PAHRUR RAZI, Amd.KG, SKM

SEKRETARIS           :  BAHTIAR, Amd.KG

BENDAHARA          :  FITRI WAHYUNI, Amd.KG

SEKSI-SEKSI

Bidang Organisasi

Koordinator               : NOVRIDA, Amd.KG

Anggota                      : ASIO, Amd.KG, S.Si.T

HANDY HANIF, Amd.KG

Bidang Hubungan Almamater

Koordinator               : RUSMIATI, Amd.KG, S.Si.T

Anggota                      : SYAFRIANA, Amd.KG

NURJANAH, Amd.KG

Bidang Pelayanan dan Hubungan Alumni

Koordinator               : SLAMET RIYADI, Amd.KG, SKM

Anggota                      : MASNIATI, Amd.KG

AULIA, Amd.KG

Bidang Bisnis dan Teknopreneur

Koordinator :  ENITA AHMAD, Amd.KG

Anggota                      : SURAYAH, Amd.KG

DIANA, Amd.KG

Bidang Kemitraan

Koordinator               : IDHAM HALID, Amd.KG

Anggota                      : ROZA AFRIANTI, Amd.KG

NIA KOERNIATI, Amd.KG

KOORD. WILAYAH :  1. INDRA UTAMA, Amd.KG (TEBO)

2. BAHTIAR, Amd.KG (MUARO JAMBI)

3. ADY SAPUTRA, Amd.KG, SKM (KERINCI DAN SUNGAI PENUH)

4. SEP HURMUDDIN, Amd.KG, SKM (SAROLANGUN)

5. ALMUHAIMIN, Amd.KG (BATANG HARI)

6. WIDARYATI ERI ARTANTI (MERANGIN)

7. NITA AFRIANTI (BUNGO)

8. SRI WAHYUNI, Amd.KG (TANJABBAR)

9. MAHYUDIN, Amd.KG (TANJABTIM)

Ditetapkan di     : JAMBI
Pada Tanggal    : 09 MEI 2009

KONGRES I

IKATAN ALUMNI JURUSAN KESEHATAN GIGI POLTEKKES JAMBI

Ketua Sidang                                                                                          Sekretaris

Umar Dani, Amd.KG                                                                         Slamet Riyadi, SKM

VISI dan MISI ILUNI JKG JAMBI

VISI

ILUNI JKG JAMBI dikenal sebagai organisasi yang mengangkat martabat dan peran alumni JKG JAMBI sebagai motor pembangunan bangsa dan negara Indonesia tercinta  di bidang kesehatan gigi dan mulut dan pendukung nyata tercapainya JKG JAMBI sebagai institusi pendidikan di bidang kesehatan gigi  yang dihormati dan contoh institusi pendidikan lain.

MISI

  • MERUPAKAN WADAH tempat berkumpul dan bersinerginya para alumni.
  • SEBAGAI PENDORONG (MOTIVATOR) bagi alumni agar mampu berkreasi dan berkarya untuk kepentingan dan kemajuan alumni, almamater, daerah dan negara Indonesia khususnya di bidang kesehatan gigi dan mulut.
  • KOMUNIKATOR secara lateral dan vertikal, membangun networking bagi alumni dan kelompok minat yang mempunyai kreasi, gagasan dan rencana-rencana karyanya, khususnya di bidang kesehatan gigi dan mulut.
  • SEBAGAI FASILITATOR agar kreasi, gagasan dan karya alumni dapat diwujudkan secara nyata serta berhasil guna untuk memberikan manfaat bagi masyarakat luas dan kemajuan bagi almameter dan alumni khususnya di bidang kesehatan gigi dan mulut.

PROGRAM KERJA

Program Kerja  – Pengurus Ikatan Alumni JKG JAMBI 2009 – 2014

  • Penguatan Organisasi ILUNI JKG JAMBI
  • Penyempurnaan AD/ART dan Kongres Luar Biasa ILUNI JKG JAMBI
  • Penguatan Tatanan Organisasi ILUNI JKG JAMBI
  • Networking dan Kerjasama Organisasi  ILUNI JKG JAMBI

Bidang Hubungan Almamater:

  • Pengembangan Infrastruktur JKG JAMBI, Menara JKG JAMBI dan memfasilitasi pembangunan JKG JAMBI Technopark
  • Manajemen Kemitraaan ILUNI JKG JAMBI dan institusi JKG JAMBI untuk mencapai jenjang pendidikan lebih tinggi DIV atau S1 Keperawatan Gigi.
  • Meningkatkan prestasi kerja para Alumni JKG Jambi.

Bidang Pelayanan dan Hubungan Alumni:

  • Menjadikan web ILUNI-JKG JAMBI.COM sebagai ‘frequent-browsed-site’ bagi alumni.
  • Pembangunan, pengembangan dan pemeliharaan database alumni
  • Pelaksanaan Program Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut Mandiri.
  • Pembangunan Pusat Pengembangan Karir (Career Center) Alumni.
  • Mengadakan Career Day.

Bidang Bisnis dan Teknopreneur:

  • Pelatihan Teknopreneur Training Programme setiap 1 tahun sekali.
  • Menyelenggarakan Pertemuan secara berkala.
  • Pembuatan Business Directory Alumni JKG JAMBI
  • Membantu pengembangan usaha alumni melalui koperasi dan arisan.

Bidang Kemitraan:

  • ILUNI-JKG JAMBI Information Dental Nurses.
  • Smart Villages
  • Pembuatan Buku dan Multimedia Kesehatan Gigi
  • Pameran Produk Kreatif  Kesehatan Gigi
  • Membentuk Lembaga Dompet Alumni JKG JAMBI
  • Qurban di Daerah Terpencil (Qurdacil) atau daerah miskin
  • Program “ILUNI-JKG JAMBI Tanggap”

Koordinator Wilayah:

  • Koordinator Wilayah dan koordinasi dengan pengurus.

Ditetapkan di     : JAMBI
Pada Tanggal    : 09 MEI 2009

KONGRES I

IKATAN ALUMNI JURUSAN KESEHATAN GIGI POLTEKKES JAMBI

Ketua Sidang                                                                                          Sekretaris

Umar Dani, Amd.KG                                                                         Slamet Riyadi, SKM

Hello world! Desember 12, 2009

Posted by pahrurrazi in Uncategorized.
1 comment so far

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.